Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Tasrifinoor Minta Negara Tegas Lindungi Anak dari Radikalisme Digital

Akademisi asal Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Tasrifinoor, meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengambil tindakan tegas terhadap aplikasi game online yang diduga menjadi sarana masuknya paham radikalisme ke kalangan anak-anak.

Indikasi Radikalisme Lewat Game Online

Tasrifinoor mengungkapkan adanya temuan yang memprihatinkan terkait dugaan paparan paham radikal terhadap dua siswa sekolah dasar di Kotim. Ia menjelaskan, proses tersebut berawal dari aktivitas bermain game online yang kemudian mengarahkan anak-anak ke grup percakapan digital untuk ditanamkan ideologi menyimpang.

Menurutnya, penyebaran radikalisme di ruang digital dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Anak-anak, kata dia, kerap menjadi sasaran paling akhir dari skema yang dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu di tingkat yang lebih tinggi.

Desakan Tindakan Tegas Komdigi

Tasrifinoor menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam melindungi generasi muda dari ancaman radikalisme digital. Ia mendorong Komdigi untuk memblokir atau menghapus aplikasi maupun situs, termasuk game online, yang terbukti disalahgunakan sebagai media penyebaran paham ekstrem.

Ia menilai upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui imbauan. Kebijakan yang tegas dan konkret, menurutnya, diperlukan untuk memastikan ruang digital tetap aman bagi anak-anak dan remaja.

Peran Sekolah dan Orang Tua

Selain peran pemerintah pusat, Tasrifinoor juga menyoroti pentingnya keterlibatan sekolah dan orang tua. Ia mendukung rencana pemerintah daerah dalam membatasi penggunaan gawai bagi anak di bawah umur, serta mendorong sekolah menerapkan aturan ketat terkait larangan membawa ponsel ke lingkungan pendidikan dengan pengawasan wali kelas.

Ia juga mengingatkan orang tua agar lebih bijak dalam memberikan fasilitas digital kepada anak. Menurutnya, pemberian ponsel kepada anak usia dini, termasuk sebagai hadiah prestasi, justru berpotensi membuka celah paparan ideologi berbahaya.

Tasrifinoor menegaskan penguatan nilai Pancasila, kecintaan terhadap tanah air, dan komitmen pada NKRI harus ditanamkan sejak dini melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga, agar anak-anak tumbuh sebagai generasi penerus bangsa yang tangguh dan bebas dari pengaruh radikalisme digital.

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles