Saturday, May 30, 2026
spot_img

Kalteng Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Program Vokasi Pertanian dan Magang Mahasiswa

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia menjalin kerja sama dalam pengembangan pendidikan vokasi dan program magang mahasiswa di kawasan cetak sawah Kalimantan Tengah.

Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kerja sama yang berlangsung di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa malam (12/5/2026).

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Ia mengatakan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah itu merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional dalam sektor pangan.

Menurut Agustiar, penguatan sektor pertanian tidak hanya membutuhkan ketersediaan lahan dan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian.

“Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam menciptakan SDM pertanian yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian modern,” ujarnya.

Melalui program pendidikan vokasi tersebut, pemerintah berharap lahir tenaga-tenaga pertanian profesional yang mampu mendukung program cetak sawah, pengembangan Brigade Pangan modern, serta memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja.

Agustiar juga berharap kesepakatan yang telah ditandatangani dapat segera direalisasikan melalui program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Dengan SDM pertanian yang unggul, kita optimistis sektor pertanian di Kalimantan Tengah akan semakin maju dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat,” katanya.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI Hermanto menjelaskan, kolaborasi tersebut difokuskan untuk mendukung optimalisasi program cetak sawah hingga tahun 2026.

Ia menyebutkan target pembangunan lahan sawah di Kalimantan Tengah pada 2025 mencapai sekitar 30 ribu hektare, sementara pada 2026 ditargetkan sekitar 10 ribu hektare.

Hermanto menilai inisiatif pengembangan pendidikan vokasi yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjadi langkah strategis karena memungkinkan mahasiswa belajar langsung di lokasi pertanian.

“Kami berharap lahan sawah yang dibangun tidak hanya produktif, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan SDM pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI Idha Widi Arsanti mengapresiasi komitmen Pemprov Kalteng dalam mendorong pendidikan vokasi berbasis pertanian lahan rawa.

Menurutnya, program tersebut memberikan peluang bagi generasi muda daerah untuk memperoleh keterampilan pertanian modern, mulai dari budidaya, agribisnis, mekanisasi pertanian, hingga pengelolaan keuangan dan pemasaran digital.

Ia menambahkan, peserta pendidikan vokasi nantinya juga akan dibekali kemampuan penggunaan teknologi pertanian modern seperti drone pertanian dan combine harvester.

Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya Muhammad Yusuf menyatakan kesiapan pihak kampus dalam mendukung program tersebut melalui sistem pendidikan pertanian berbasis teknologi yang lebih praktis dan sesuai perkembangan zaman.

“Kami ingin menciptakan pembelajaran pertanian yang lebih menarik bagi generasi muda dengan pendekatan teknologi modern dan inovasi digital,” katanya.

Program pendidikan vokasi tersebut nantinya akan dikelola oleh Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya di bawah pembinaan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Kalteng, serta instansi vertikal terkait.

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Latest Articles