HapakatNews – Palangka Raya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Tengah telah dilaksanakan pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA dan sederajat. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) merencanakan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendukung kelancaran distribusi pangan bagi para pelajar di wilayah tersebut.
Di Kota Palangka Raya, SPPG Pahandut Langkai 1 yang dikelola oleh TNI AD mulai beroperasi sejak 27 Agustus 2025. Ahli Gizi SPPG, Vera Selviana, menyampaikan bahwa selama tiga bulan beroperasi, SPPG tersebut telah melayani sebanyak 3.121 siswa dari 24 sekolah, mencakup jenjang TK hingga SMA. Proses memasak menu MBG dilakukan sejak pagi hingga siang hari.
“Untuk menanggapi masukan dari sekolah terkait menu, SPPG Pahandut Langkai 1 rutin melakukan evaluasi langsung ke sekolah-sekolah,” ujarnya pada Kamis (27/11/2025).
Dari sudut pandang penerima manfaat, Adelia Putri, siswi kelas 6 SDN 6 Palangka, menyampaikan bahwa menu MBG terkadang terasa monoton karena kurangnya variasi makanan.
“Minimnya variasi membuat selera makan berkurang, sehingga kami kadang kurang antusias menikmati MBG,” katanya kepada RRI.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 6 Palangka, Bayer, menjelaskan bahwa pihak sekolah terus memberikan dorongan kepada siswa agar tetap mengonsumsi makanan MBG demi menjaga kesehatan. Para guru juga secara khusus memotivasi siswa yang kurang menyukai sayuran atau menu tertentu.
“Kami selalu memotivasi siswa ketika mereka kurang bersemangat terhadap menu yang disediakan,” jelasnya.
Hingga kini, tantangan utama dalam pelaksanaan MBG masih berkaitan dengan keterbatasan variasi menu. Meski demikian, program ini telah berhasil menyediakan makanan bergizi bagi ribuan pelajar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah, meskipun dijalankan dengan anggaran yang terbatas.


